GMNI Polman Kecam Tindakan Represif Terhadap Kader Saat Aksi SEMARAK
Bidikcelebes.com |Polewali Mandar – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Polewali Mandar mengecam keras tindakan represif yang dialami salah satu kader GMNI saat mengikuti Aksi Semarak yang berlangsung pada Kamis, 4 Juni 2026.
GMNI menilai peristiwa tersebut telah mencederai semangat demokrasi dan hak warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Mahasiswa yang hadir dalam aksi tersebut menjalankan fungsi kontrol sosial dan menyampaikan aspirasi secara konstitusional sebagaimana dijamin oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Wakil Ketua Bidang Kaderisasi DPC GMNI Polewali Mandar, Bung Bolang, menegaskan bahwa tindakan represif terhadap mahasiswa yang menyampaikan aspirasi tidak dapat dibenarkan dalam negara demokratis.
“Kami mengecam keras tindakan represif yang dialami kader GMNI dalam Aksi Semarak pada Kamis, 4 Juni 2026. Ruang demokrasi harus menjadi ruang yang aman bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pendapatnya. Segala bentuk intimidasi, kekerasan, maupun perlakuan yang menghalangi kebebasan berekspresi merupakan ancaman terhadap kehidupan demokrasi,” tegas Bung Bolang.
Menurutnya, peristiwa tersebut tidak hanya menyangkut kader GMNI yang menjadi korban, tetapi juga berkaitan dengan perlindungan hak-hak demokratis seluruh masyarakat.
“Ketika mahasiswa yang menyampaikan aspirasi mendapatkan perlakuan represif, maka yang terancam bukan hanya individu yang menjadi korban, melainkan juga kebebasan sipil yang menjadi fondasi kehidupan demokrasi. Karena itu, kami meminta agar peristiwa ini diusut secara transparan dan pihak yang bertanggung jawab diberikan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku,” lanjutnya.
Atas peristiwa tersebut, DPC GMNI Polewali Mandar menyatakan sikap:
1. Mengecam keras segala bentuk tindakan represif terhadap kader GMNI dalam Aksi Semarak pada 4 Juni 2026.
2. Mendesak pihak terkait untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan secara terbuka kepada publik.
3. Menuntut adanya investigasi yang objektif, transparan, dan akuntabel terhadap peristiwa tersebut.
4. Menuntut Bupati Polewali Mandar untuk mencopot Kasatpol PP dan Wakasatpol PP Kabupaten Polewali Mandar sebagai bentuk pertanggungjawaban atas peristiwa yang terjadi.
5. Mendesak dilakukannya evaluasi total terhadap Satpol PP Kabupaten Polewali Mandar guna memastikan profesionalitas, akuntabilitas, serta penghormatan terhadap hak-hak demokratis masyarakat.
GMNI Polewali Mandar menegaskan bahwa gerakan mahasiswa akan tetap berdiri di garda terdepan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, mengawal demokrasi, serta menolak segala bentuk tindakan represif yang berpotensi membungkam suara kritis masyarakat.
Rls GMNI Cab.Polman