Harga LPG 3 Kg Naik Berikut Penjelasan Disperindagkop UKM Polman
Bidikcelebes.com |Polewali Mandar – Menanggapi laporan masyarakat terkait tingginya harga LPG 3 Kg di sejumlah wilayah, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Polewali Mandar bergerak cepat melakukan pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak.
“Kepala Disperindagkop UKM Polewali Mandar, Dr. Hj. Agusnia Hasan Sulur, S.P., M.Si, menegaskan bahwa pihaknya selalu responsif terhadap setiap laporan masyarakat terkait distribusi maupun harga LPG bersubsidi agar kebutuhan energi rumah tangga tetap terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Agusnia, salah satu faktor yang memengaruhi kondisi harga LPG 3 Kg di lapangan adalah adanya penyesuaian kuota yang dilakukan pemerintah pusat.
Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya efisiensi anggaran subsidi dan pengetatan distribusi agar LPG bersubsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak. Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan bahwa konsumsi LPG bersubsidi masih cukup tinggi meskipun angka kemiskinan mengalami penurunan.
Hal tersebut terjadi karena masih ditemukan penggunaan LPG 3 Kg oleh rumah tangga mampu maupun pelaku usaha komersial yang seharusnya menggunakan LPG non-subsidi.
“Pemerintah juga terus memperkuat sistem distribusi tertutup dengan mengarahkan pembelian LPG 3 Kg melalui pangkalan resmi.
Langkah ini bertujuan memperbaiki tata niaga, mengurangi potensi penyalahgunaan, serta memastikan distribusi LPG bersubsidi tepat sasaran. Di samping itu, pembaruan data penerima subsidi melalui Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dan basis data pemerintah lainnya menjadi dasar dalam menentukan alokasi kuota LPG di setiap daerah.
“Berdasarkan data alokasi yang diterima daerah, kuota LPG 3 Kg untuk Sulawesi Barat pada tahun 2025 sebesar 8,03 juta metrik ton, sedangkan pada tahun 2026 menjadi 7,50 juta metrik ton. Artinya terjadi penurunan sekitar 0,53 juta metrik ton atau 6,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penyesuaian tersebut berdampak pada jumlah LPG bersubsidi yang tersedia untuk disalurkan kepada masyarakat.
Meski demikian, Disperindagkop UKM Polewali Mandar terus melakukan pengawasan dan koordinasi dengan Pertamina, agen, serta pangkalan resmi guna memastikan distribusi berjalan lancar.
Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan energi secara bijak, berinovasi dalam pemanfaatan energi alternatif, serta menerapkan pola hidup yang lebih efisien. Selain itu, masyarakat diharapkan turut berpartisipasi mengawasi penyaluran LPG bersubsidi dan melaporkan jika menemukan dugaan pelanggaran sesuai mekanisme yang berlaku.
Dengan pengawasan bersama dan pemahaman mengenai siapa yang berhak menerima LPG 3 Kg, diharapkan subsidi energi dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat yang membutuhkan.Humas Disperindagkop UKM Kabupaten Polewali Mandar
Rls