KAMMI Mandar Raya Desak DPRD Polman Segera Tindaklanjuti Hasil RDP Hingga Seret Ke Ranah Hukum
Bidikcelebes.com | Polewali Mandar – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Mandar Raya dan Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Cabang Polewali Mandar (Polman) mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Polewali Mandar untuk segera menindaklanjuti hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang telah disepakati beberapa hari lalu 20 Januari 2026.
“Tidak hanya sekedar melaksanakan reses dan perjalanan dinas keluar kota, tapi masalah di depan mata tidak pernah diperhatikan,” tegas Rifai, Ketua KAMMI Mandar Raya pada hari ini 24 Januari 2026.
KAMMI dan GMNI membawa tiga isu penting, yaitu:
-Masalah Toko Ritel Modern yang tidak mengindahkan himbauan Pemerintah Daerah dan tidak tertib regulasi jam operasional
-Masalah aktivitas Pertambangan di wilayah Polman yang hanya sedikit memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan minimnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pajak Pertambangan
-Masalah Pengembang/Developer yang tidak menyediakan lahan pemakaman dan terkait Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik yang beralih fungsi
KAMMI dan GMNI juga mendesak DPRD Polman untuk melakukan sidak dan mengeluarkan rekomendasi penyelidikan ke Polres Polman dan Satpol PP terkait isu yang mereka bawa.
“Kami ingin DPRD Polman menjalankan perannya tanpa penundaan,” tambah Rifai.
“Kami juga berharap ketika sidak kami dilibatkan bersama Polres dan Satpol PP agar transparan,”tambah Rifai.
Tuntutan KAMMI dan GMNI:
- Tutup dan Cabut Izin Toko Ritel Modern yang tidak Patuh
- Hentikan Aktivitas Pertambangan Ilegal dan Seret ke Ranah Hukum
- Mendesak Pengembang/Developer menyediakan lahan pemakaman sesuai regulasi dan seret ke ranah hukum yang melanggar peraturan perundang-undangan