Normalisasi Drainase Jalur Protokol, Damkar Polman Bersihkan Sedimen Lumpur Depan Masjid Kodim hingga Jalan Poros
Bidikcelebes .com |Polewali Mandar – Komitmen nyata dalam menjaga kelancaran infrastruktur publik serta mengantisipasi potensi luapan air akibat sumbatan lingkungan kembali ditunjukkan oleh jajaran UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
Pada Jumat (26/6/2026) pagi, personel taktis yang tergabung dalam Regu B dikerahkan langsung ke lapangan untuk melaksanakan operasi penyemprotan dan normalisasi saluran air (flushing) di kawasan strategis Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali.
Operasi pembersihan ini difokuskan di sepanjang Jalan Gatot Subroto No. 03, di mana petugas menyisir area drainase yang tersumbat mulai dari titik depan Masjid Kodim hingga menjangkau kawasan mendekati jalan poros.
Sumbatan berupa endapan lumpur padat serta tumpukan sampah domestik yang menghalangi laju air menjadi sasaran utama penembakan air bertekanan tinggi dari armada pemadam kebakaran.
Giat penataan kota yang dimulai tepat pada pukul 08.30 WITA ini berjalan cukup dinamis. Di tengah pelaksanaan tugas di lapangan, armada tangki pemadam sempat melakukan pergerakan taktis menuju arah kantor Dinas Pendidikan.
Pergerakan tersebut dilakukan bukan untuk penanganan kebakaran, melainkan untuk melakukan pengisian ulang pasokan air (water supply).
Langkah pengisian ini sangat krusial dilakukan agar penetrasi semprotan air ke dalam pipa-pipa drainase yang buntu tetap terjaga secara konstan dan maksimal guna mengurai sedimentasi tanah yang telah mengeras.
Kepala UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polman, Imran, S.IP., M.M., memberikan penegasan langsung terkait pentingnya normalisasi jalur protokol ini demi kenyamanan mobilitas dan keselamatan lingkungan masyarakat setempat.
“Kawasan Jalan Gatot Subroto, terutama dari depan Masjid Kodim menuju jalan poros, merupakan salah satu urat nadi lalu lintas perkotaan yang sangat padat di Madatte. Saluran air di area strategis ini tidak boleh dibiarkan buntu oleh sedimentasi lumpur dan sampah karena bisa memicu genangan air saat hujan turun. Oleh karena itu, Regu B sengaja kami turunkan sejak pagi hari untuk melakukan flushing total. Kami juga mengoptimalkan pengisian air secara berkala agar dorongan air dari armada mampu menguras habis sumbatan yang berada di bawah trotoar secara bersih tanpa sisa,” ungkap Imran, S.IP., M.M.
“Melalui ketelatenan dan kerja keras personel Regu B dalam menerapkan teknik penyemprotan urai, tumpukan sedimentasi tanah yang mengendap di dasar selokan berhasil dialirkan secara bertahap menuju pembuangan akhir.
Berkat respons cepat petugas dan dukungan armada yang optimal, sirkulasi air di sepanjang jalur tersebut kini dilaporkan sudah kembali berfungsi dengan normal, dan seluruh rangkaian kegiatan kedinasan dapat diselesaikan dalam keadaan aman, tertib, serta lancar.
Rls